Cara Cerdas Bantu Sesama
Orang mungkin lebih mengenal Agustin Ramli sebagai model dan presenter. Tapi, di balik paras cantiknya, perempuan kelahiran 3 Agustus itu memiliki hati yang tak kalah cantik. Dia berupaya ikut berkontribusi di bidang kesehatan dan pendidikan lewat Apotek Pintar serta Ant Charity yang didirikannya.

Di luar aktivitas dunia hiburan (entertainment), Agustin Ramli tengah disibukkan dengan Apotek Pintar. Apa itu? Layanan apotek yang bisa didapatkan secara online. Tanpa konsumen harus datang ke apotek, pesanan obat atau produk kesehatan lain akan diantar sampai alamat.
Sejak kecil, Agustin tidak asing dengan bidang farmasi. Sang ibu memiliki apotek. Agustin kecil juga kerap diajak ketika ibunya mengikuti konferensi kesehatan di dalam maupun luar negeri. Teman-teman sesama model atau presenter pun biasa titip, minta dibawakan vitamin, suplemen, atau obat dari apotek ibunda Agustin. ”Ibu dari dulu ingin saya melanjutkan apotek ini,” ucap Agustin.
Namun, dia tidak ingin sekadar melanjutkan yang sudah ada tanpa nilai tambah (added value). Dengan perkembangan era digital serta pengalaman ketika syuting atau memberikan pelayanan ke pedalaman Indonesia, Agustin menyadari bahwa kesehatan masih menjadi masalah utama, selain pendidikan.
”Di daerah terpencil, sulit menemukan apotek. Untuk ngobatin sakit yang ringan aja, susah dapat obatnya,” tutur presenter yang dulu lekat dengan program sport, mulai World Cup, Euro, hingga F1, itu.
Dari hasil riset, Indonesia masuk sepuluh besar pengguna internet terbesar di dunia. ”Nah, kenapa nggak disambungin. Ibu ada apotek. Cara nyambunginnya online,” lanjut anak kedua di antara dua bersaudara tersebut.
Agar mudah diingat, layanan online tersebut dia namai Apotek Pintar. Layanan itu terintegrasi dengan apotek Pimisi milik sang ibu. Customer pertama apotekpintar.com pada awal 2013 justru datang dari Inggris. Indonesia kaya akan tanaman herbal yang tidak ada di negara lain. ”Itu bisa dioptimalkan,” ucap Agustin, lalu menyebutkan bahwa suplemen herbal dari Indonesia sering dicari oleh konsumen asing.
Konsep apotek online di luar negeri sudah sangat populer, sementara di Indonesia masih tergolong baru. Konsentrasi Agustin untuk apotek sempat agak terbagi dengan aktivitas di dunia hiburan. Namun, apotek online itu kembali intens setelah peluncuran Juni lalu. Selain melayani hingga pedalaman, Agustin menyasar masyarakat ibu kota yang dikepung kesibukan.
Misalnya karyawan di kantor yang ingin mencari obat ketika sakit. Tidak semua kantor dekat dengan apotek. Juga ibu-ibu di rumah yang sedang panik karena anaknya sakit, sementara tidak ada orang yang bisa dimintai bantuan untuk membelikan obat. Dengan layanan itu, tinggal order via online, obat diantar. Proses order dilayani sesuai dengan jam operasional apotek, hingga pukul 22.00.
Untuk obat yang menggunakan resep, resep bisa difoto terlebih dulu, lalu dikirim melalui WhatsApp, BBM, atau e-mail. Kemudian, ketika obat diantar, resep ditarik. ”Sesuai dengan aturan apotek. Kita tidak akan melanggarnya,” tegas Agustin. Selain produk kesehatan mulai obat-obatan, vitamin, hingga suplemen, apotek itu dilengkapi pula dengan produk kecantikan (beauty product).
Di Indonesia, wilayah yang dijangkau layanan itu mencapai pedalaman Papua, Ambon, Makassar, dan banyak daerah lain. Order di hari itu langsung dikirimkan pada hari yang sama. Namun, untuk wilayah pedalaman, paling cepat pesanan bisa sampai dalam tiga hari.
Selain itu, Apotek Pintar punya misi menopang Ant Charity, yayasan sosial yang bergerak di bidang pendidikan anak prasejahtera sejak 2008. ”Untuk bikin Indonesia sehat, saya bergerak di kesehatan,” ucap Agustin, lalu tersenyum manis. (nor/c11/ayi)
Sumber : Jawa Post For Her edisi 9 September 2015
