Blog

Agustin Ramli, Pengalaman Tembus Daerah Konflik

Agustin selalu punya passion untuk berbuat sesuatu bagi anak-anak. Kepedulian itu terbentuk sejak kecil. Awalnya, perempuan dengan tinggi 172 sentimeter tersebut bercita-cita menjadi psikolog anak. Itulah yang membuat dia mengambil jurusan psikologi ketika berkuliah di Universitas Atmajaya Jakarta. Ketika masuk ke dunia hiburan, Agustin tidak terlena dengan kehidupan glamor. Dia memulai proyek sosial untuk pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Dari puluhan anak yang terbantu, kini sudah lebih dari 1.000 anak asuh yang tersebar di Jakarta Utara, Bali, Palu, Poso, dan Gunungkidul, dan Jawa Tengah. Pada Agustus 2011, yayasan Ant Charity Indonesia resmi terintegrasi oleh pemerintah. Program reguler yang dijalankan, antara lain, English class, art class, belajar komputer tiap minggu, program perbaikan gizi dan pemeriksaan gigi, serta leadership training setiap tahun. Uang SPP dan kebutuhan sekolah mereka pun di-cover. Dibantu tim lokal dan volunter di tiap kota. Para pengajar berasal dari kalangan mahasiswa dan profesional. Agustin sering terjun langsung ke tiap wilayah untuk kegiatan Ant Charity. Dia menikmati aktivitas bersama anak-anak, mendengarkan curhatan mereka, mengajari, dan menyemangati. “Kalau lagi ngurusin anak-anak, high heels berganti flat shoes,” ucapnya, diiringi tawa kecil. Segala permasalahan yang berkaitan dengan anak menjadi concern Agustin. Melihat banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak, baru-baru ini Ant Charity bekerja sama dengan Komunitas Aman mengadakan self safety training. Banyak sekali pengalaman berkesan yang dia rasakan selama berkutat dengan pendidikan anak. Salah satu yang membikin degdegan adalah ketika pelayanan di Poso. Kabupaten di Sulawesi Tengah itu rentan konflik. Ketika itu, hari sudah malam saat Agustin dan tim akan kembali ke Jakarta. Mobil yang ditumpangi harus melalui hutan dengan suasana mencekam. Agustin dan rombongan berhasil sampai ke Palu untuk transit kemudian terbang ke Jakarta. “Keesokan paginya ditelepon orang di Poso yang nanyain posisi kami, karena ada bom meletus di sana,” cerita Agustin. Kondisi seperti itu yang membuatnya miris, membayangkan masa depan anak-anak di daerah terpencil, apalagi yang sering dilanda konflik. Kini program untuk Poso dan Palu sudah selesai. (nor/c17/ayi) Sumber : Jawa Pos For Her edisi 9 September 2015

Blog

Agustin Ramli, Inisiator Apotek Pintar dan Ant Charity

Cara Cerdas Bantu Sesama Orang mungkin lebih mengenal Agustin Ramli sebagai model dan presenter. Tapi, di balik paras cantiknya, perempuan kelahiran 3 Agustus itu memiliki hati yang tak kalah cantik. Dia berupaya ikut berkontribusi di bidang kesehatan dan pendidikan lewat Apotek Pintar serta Ant Charity yang didirikannya. Di luar aktivitas dunia hiburan (entertainment), Agustin Ramli tengah disibukkan dengan Apotek Pintar. Apa itu? Layanan apotek yang bisa didapatkan secara online. Tanpa konsumen harus datang ke apotek, pesanan obat atau produk kesehatan lain akan diantar sampai alamat. Sejak kecil, Agustin tidak asing dengan bidang farmasi. Sang ibu memiliki apotek. Agustin kecil juga kerap diajak ketika ibunya mengikuti konferensi kesehatan di dalam maupun luar negeri. Teman-teman sesama model atau presenter pun biasa titip, minta dibawakan vitamin, suplemen, atau obat dari apotek ibunda Agustin. ”Ibu dari dulu ingin saya melanjutkan apotek ini,” ucap Agustin. Namun, dia tidak ingin sekadar melanjutkan yang sudah ada tanpa nilai tambah (added value). Dengan perkembangan era digital serta pengalaman ketika syuting atau memberikan pelayanan ke pedalaman Indonesia, Agustin menyadari bahwa kesehatan masih menjadi masalah utama, selain pendidikan. ”Di daerah terpencil, sulit menemukan apotek. Untuk ngobatin sakit yang ringan aja, susah dapat obatnya,” tutur presenter yang dulu lekat dengan program sport, mulai World Cup, Euro, hingga F1, itu. Dari hasil riset, Indonesia masuk sepuluh besar pengguna internet terbesar di dunia. ”Nah, kenapa nggak disambungin. Ibu ada apotek. Cara nyambunginnya online,” lanjut anak kedua di antara dua bersaudara tersebut. Agar mudah diingat, layanan online tersebut dia namai Apotek Pintar. Layanan itu terintegrasi dengan apotek Pimisi milik sang ibu. Customer pertama apotekpintar.com pada awal 2013 justru datang dari Inggris. Indonesia kaya akan tanaman herbal yang tidak ada di negara lain. ”Itu bisa dioptimalkan,” ucap Agustin, lalu menyebutkan bahwa suplemen herbal dari Indonesia sering dicari oleh konsumen asing. Konsep apotek online di luar negeri sudah sangat populer, sementara di Indonesia masih tergolong baru. Konsentrasi Agustin untuk apotek sempat agak terbagi dengan aktivitas di dunia hiburan. Namun, apotek online itu kembali intens setelah peluncuran Juni lalu. Selain melayani hingga pedalaman, Agustin menyasar masyarakat ibu kota yang dikepung kesibukan. Misalnya karyawan di kantor yang ingin mencari obat ketika sakit. Tidak semua kantor dekat dengan apotek. Juga ibu-ibu di rumah yang sedang panik karena anaknya sakit, sementara tidak ada orang yang bisa dimintai bantuan untuk membelikan obat. Dengan layanan itu, tinggal order via online, obat diantar. Proses order dilayani sesuai dengan jam operasional apotek, hingga pukul 22.00. Untuk obat yang menggunakan resep, resep bisa difoto terlebih dulu, lalu dikirim melalui WhatsApp, BBM, atau e-mail. Kemudian, ketika obat diantar, resep ditarik. ”Sesuai dengan aturan apotek. Kita tidak akan melanggarnya,” tegas Agustin. Selain produk kesehatan mulai obat-obatan, vitamin, hingga suplemen, apotek itu dilengkapi pula dengan produk kecantikan (beauty product). Di Indonesia, wilayah yang dijangkau layanan itu mencapai pedalaman Papua, Ambon, Makassar, dan banyak daerah lain. Order di hari itu langsung dikirimkan pada hari yang sama. Namun, untuk wilayah pedalaman, paling cepat pesanan bisa sampai dalam tiga hari. Selain itu, Apotek Pintar punya misi menopang Ant Charity, yayasan sosial yang bergerak di bidang pendidikan anak prasejahtera sejak 2008. ”Untuk bikin Indonesia sehat, saya bergerak di kesehatan,” ucap Agustin, lalu tersenyum manis. (nor/c11/ayi) Sumber : Jawa Post For Her edisi 9 September 2015

Blog

Agustin Ramli Jaga Kesehatan dengan Push Up

TRIBUNNEWS.COM – Mungkin tidak akan percaya jika Agustin suka sekali masuk ke pedalaman untuk mengurus anak-anak. “Kenapa nggak percaya? meski aku masuk hutan dan harus berhari-hari berkutat di pedalaman, beres kegiatan itu aku tetap merawat diri kok,” ujar Agustin Ramli di sela-sela sesi foto bersama Superball, di butik Eva Bun, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Biasanya, Agustin akan luluran atau spa. Baginya, yang paling penting adalah badan dijaga untuk terus tetap fit dan terawat. Selain itu agar tubuhnya tidak mudah lelah dan otot mempunyai kemampuan yang baik, Agustin rajin berolahraga. Salah satu olahraga yang selalu ia lakukan adalah push up. “Tapi menggunakan sistem tali atau biasa disebut TRX. Yang penting ototnya nggak usah sampai kelihatan, tetapi yang penting kuat. Aku juga masih berenang sesekali,” ujar wanita yang pernah menjadi duta anti narkoba ini. Sumber : http://www.tribunnews.com/

Blog

Agustin Ramli No Alkohol, Rokok, dan Soda

TRIBUNNEWS.COM – Saat ada yang bicara bahwa sehat itu mahal, Agustin justru tertawa. Dia kemudian bertanya bagian mana yang membuat sehat itu mahal? “Justru menurut aku ketika seseorang memilih hidupnya dengan mengonsumsi alkohol, apalagi secara berlebihan, merokok, dan senang mengonsumsi minuman soda, apa itu sebenarnya malah bukan sesuatu yang mahal dan sebenarnya mampu merongrong kesehatan?” tanya Agustin di sela-sela sesi foto bersama Superball, di butik Eva Bun, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Menurut Agustin, sebenarnya kesehatan itu murah, karena cukup makan sayur, banyak minum air putih, dan olahraga. Selama ini, lulusan S1 Psikologi Universitas Atmajaya 2006 ini selalu menolak alkohol, rokok, dan minum soda. “Khusus minum soda sesekali saja, mungkin sangat bisa dihitung berapa kali aku minum soda. Karena, memang nggak banget buat kesehatan,” tegas Agustin. Selain itu, gaya hidupnya pun selalu dijaga. Salah satunya dengan tidak dugem (dunia gemerlap,red) yang selalu dihubung-hubungkan dengan pergaulan selebriti. “Namun, bergaul itu bukan kemudian kelewat batas. Jika memang tidak ada yang kita nggak suka jangan dipaksa. Jujur katakan, tentu juga dengan cara penyampaian yang enak di telinga dan hati. Aku kenal banyak orang, tapi untuk kumpul-kumpul di tempat dugem, aku nggak suka. Tapi, jujur saja sampai sekarang aku nggak pernah mengalami kesulitan dalam bergaul kok,” paparnya. Melakukan gaya hidup, menurut Agustin bukan selamanya ikut arus yang ada. Melakukan sesuatu yang beda, seperti kegiatan sosial itu juga sbeuah gaya hidup. “Karena, gaya hidup itu kan pilihan juga,” lanjutnya. Sumber : http://www.tribunnews.com/

id_IDIndonesian
Scroll to Top